Arsip Kategori: Opini

Kutipan-kutipan yang Paling Berpengaruh Dalam Hidup Saya

Saya ridha kalau ada startup yang pengen website dengan ide seperti ini.

Intinya ini bentuk terimakasih dari seorang semacam saya, seorang yang linguistik, yang cukup mudah mengingat kata-kata yang berkesan untuk kemudian diingat terus menerus, kepada teman-teman yang pernah mengatakan kutipan berlian ala mereka pada saya.

Sekali lagi, untuk yang saya hormati, nama-nama di bawah ini, terima kasih; Anda telah memperkaya hidup dan cara pandang saya. (Halaman ini akan terus diperbaharui)

Salam, Muhammad Fadlian Amhar.

*** Lanjutkan membaca Kutipan-kutipan yang Paling Berpengaruh Dalam Hidup Saya

Nafsu, ah!

Mereka Marah karena Tak Mengerti

Mereka Kecewa karena Tak Mengerti

Mereka Menunda karena Tak Mengerti

Mereka Menangis karena Tak Mengerti

Mereka Acuh karena Tak Mengerti

Mereka Berleha-leha karena Tak Mengerti

Mereka Tak Mengerti karena Tak Mau

Saya Berprasangka karena begitu juga

Bukan Karena Aprilnya

Judul asli : Celah Penelitian untuk Model Pembelajaran dengan Role-playing Video Game


Hari ini saya bertemu dengan dosen untuk ceritakan perkembangan skripsi saya, judul saya. Adik kelas saya bertanya mengapa saya lama di ruangan. Hmm, saya sampai detik inipun masih penasaran mengapa judul saya tidak lolos 100%. 1-word ‘failure’, again. Besok saya akan coba lagi. Selagi judul saya belum matang seluruhnya, saya buat blogpost ini.

Lanjutkan membaca Bukan Karena Aprilnya

Tafsir Pidato Vicky bab 2048

entahlah, saya cukup ngerti apa yang beliau bicarakan pada pers, bahkan pada view pertama kali.

*bagian yang miring adalah kata-kata saya*

“Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi karena basically, aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya.”

di sini ia ingin menukar subjek dengan keterangan. 29 adalah umurku. Bundar topiku, dll. (saya pernah dapet materi ini di SMA)

Lalu, mungkin pers bertanya mengapa ia menikahi orang yang dimaksud. Alasannya karena pada dasarnya ia merindukan jenis pasangan seorang pemusik, sehingga merindukan suasana musik di pernikahannya #naon.

Namun, ternyata dilema hatinya lebih mendorongnya pada pengubahan status ekonomi mereka, bukan pada soal siapa yang dinikahinya. Ya, mungkin diantara mereka adalah orang kaya mendadak atau miskin #whoknows

Tapi juga mungkin maksudnya adalah pembicara sedang menkritisi kondisi ekonomi Indonesia. atau Mesir. Lanjutkan membaca Tafsir Pidato Vicky bab 2048

Rocker Sejati

“Hidup adalah musik, musik adalah hidupku” kata Honda Beat.

Beberapa orang menganggap musik adalah sesuatu -banget- yang bisa lebih melengkapi hidup seseorang lebih dari seorang istri sekalipun hehehe gak deng. Beberapa orang yang lain menganggap musik adalah tidak lain hanyalah sebuah representasi dari isi hati melalui media alat musik. Beberapa sisanya menjadikan musik sebagai sekedar hiburan yang tidak membuat hidup kita terlena (baca: Galau) dengan lirik-liriknya. Tapi, ya, seperti biasa bukan itu yang akan saya obrolin di sini. Lanjutkan membaca Rocker Sejati