Didorong Setan


Anak tetangga : “Oom! :-D” (begitulah sianak panggil saya)

Saya : “Ooi!”

Saya : “Puasa gak?!” (ini keduakalinya saya tanya sianak dengan nada nantangin)

Anak tetangga : “Heh, enggak.”

Saya : “Aaah~! Puasa doong!”

Anak tetangga : “Blablabla”

Saya : “2 jam?!”

Anak tetangga : “Enggaa”

Saya : “3 jam puasa?!”

Anak tetangga : “Eeenggaa…. ”

Saya : “4 jaam…?!”

Anak tetangga : “blablabla.”

Ibu-ibu tetangga : “Hehehe :-D”

Anak tetangga : “Mo’ ke mana sih oom?”

Saya : “Tarawih ‘lah! Ayoo”

Sayapun berlalu ke teras parkir di bagian depan kostan

Anak tetangga : “Kok tarawihnya pake motor sih?”

Saya : “Iya, soalnya jauh tempatnya.”

Anak tetangga : “Ati-ati oom!”

Saya : “Iyaa” (sambil tarik ekor motor dari teras)

Anak tetangga : “Ati-ati oom, entar motornya didorong sama setan! Hahahaha”

Saya : “-_-“

Iklan

2 pemikiran pada “Didorong Setan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s