Aku Harap Produk Keuangan Syariah Menjadi Solusi untuk Mereka yang Terdesak


produk keuangan syariah. Hmm, new insight!

When my thought is readable

Notes: Hyperlink to microsite keuangan syariah

Cerita ini dimulai pada tahun 2013 lalu, saya dan keluarga memutuskan untuk pindah rumah dengan alasan adik bungsu saya sudah mulai memasuki usia enam tahun sehingga harus mulai dibiasakan untuk tidur sendiri.  Ayah saya memilih rumah yang lokasinya tak jauh dari rumah sebelumnya, hanya saja rumah baru ini jauh, jauh lebih besar daripada rumah sebelumnya. Akibat dari ‘jauh lebih besar’ inilah, maka ayah saya memilih berhutang untuk membeli rumah yang kini saya dan keluarga tempati. Jumlah uang yang dipinjam dari bank pun terbilang sangat besar. Ayah saya memang tidak memiliki rekening bank yang bersifat syariah, sehingga ayah saya menggunakan jasa bank konvensional untuk mendapat pinjaman uang agar pembelian rumah terhadap pemilik yang lama dapat cepat dilunasi.

Lunas, sih, ke pembelinya, ke bank-nya?

Mari kita lanjutkan.

Sebelum ke cerita inti, saya ingin melakukan flashback mengenai pendapat orang tua dan teman-teman saya terhadap bank konvensional dan…

Lihat pos aslinya 556 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s