Untuk Itulah Hadir Pita Biru Ini


Tidak ada yang tidak ingin, jika lahir anak-anak yang sanggup menjadi unik dengan karakternya masing-masing; yang siap menumbuhkan manfaat melalui potensinya; yang mau belajar dan berusaha untuk cukup menjadi dirinya yang terbaik; yang tidak membatasi dirinya dengan besaran angka pada ijazah.

Maka, ada momentum agar anak-anak kita memulai harinya yang baru, mulai pertengahan april nanti; atau bahkan lebih cepat dari itu. Merdekakan anak-anak kita dari sikap curang saat ujian.

“Untuk apa belajar. Untuk apa belajar selama tiga tahun, tapi memilih curang saat Ujian?“. Kira-kira kalimat itulah yang terbesit oleh sebagian anak-anak sekolah menjelang ujian. Di sisi lain, sebagian berkata “Kalau ada yang ‘mudah’, mengapa tidak?”. Kedua jenis pertanyaan tersebut akan menentukan sikap mereka saat ujian nanti. Tapi kita belum bicara tentang faktor lain.

Pada satu sisi, ada sebagian anak-anak yang berlelah-lelah pada agenda akademik kelasnya, bimbelnya, pemantapannya. Di sisi lain, potensi kecurangan selalu ada pada ujian-ujian semacam ini. Bahkan, mereka yang telah belajar keraspun dapat tergoda dengan hadirnya “oknum” di dunia pendidikan negeri yang kita cinta ini.

Mungkin anak-anak kita belum sampai pada pemahaman bahwa belajar itu bukan untuk sekolah. Belajar itu bukan persembahan untuk sekolah, agar sekolah tersenyum-senyum. Tapi bukankah belajar itu untuk hidup? Akan dewasa dan hidup dengan cara apakah sebetulnya mereka setelah lulus dari sekolah?

Ketika kebiasaan curang saat ujian dibiarkan, tentu anak-anak kita akan merasa tidak ada yang salah pada sikap itu. Bahkan, mereka dapat menganggap benar akan hal tersebut. Hingga pertanyaannya, manusia seperti apa yang dapat dipanen negeri kita, dengan benih seperti ini yang sering kita sebut Generasi Emas?

Ada pengalaman yang cukup menyesakkan. Bayangkan apa perasaan seorang anak yang berada pada sebuah kelas yang gaduh karena sedang #kerjasama saat ujian. Keadaan ini diperparah dengan pengawas yang acuh. Nyatanya, kemungkinan besar anak yang berniat untuk jujurpun bisa goyah. Tapi, apa sedemikian ragukah anak-anak kita yang ingin #menjadiJujur?

Kita dapat menganggap bahwa urusan menyontek-atau-tidak-menyontek merupakan hal yang terlalu mudah, bagi anak-anak yang sedang berusaha. Di sisi lain saya juga masih yakin bahwa anak-anak yang mulai ingin merdeka dari kebiasaan mencontek menemui kesulitan. Tidak terlalu berlebihan, kalau ini nyaris mirip seperti kecanduan.

Untuk itulah hadir Pita Biru ini.

Tujuan adanya Pita Biru ini bukanlah untuk memisahkan diri satu anak dengan anak yang lain, melainkan ajakan bagi anak-anak kita untuk mau jujur. Anak-anak yang telah ringan pikirannya untuk memilih jujur patut mengajak teman-temannya untuk juga melakukan hal yang sama, menumbuhkan rasa optimis yang sama. Terlebih, anak muda selalu suka dengan kebersamaan identitas, ‘kan?

Anak-anak kita jauh lebih luas potensi dan kesempatannya dibalik tubuhnya yang mungil, emosinya yang labil dan kemauannya mencoba banyak hal? Kalau begitu, mengapa tidak kita tawarkan agar mereka punya cita-cita yang besar (yang bukan menjadi Serigala atau Harimau), memilh dengan tegar dan mencoba jujur saja saat ujian nanti?

Untuk ayah dan ibu, putera-puteri kita perlu diberi penguatan, mereka perlu tambahan rasa percaya diri. Mereka harus yakin bahwa #kejujuran akan membawa hari-harinya menuju kebahagiaan dan rasa keberhargaan diri mereka sendiri, atas seizin-Nya dan usaha yang dilakukan.

Untuk kakak, hadiahkan Pita Biru ini ke sahabat-sahabatmu. Hadiahkan pada mereka bahwa mereka bisa kok #tanpaNyontek. Kalaulah saat kakak baca tulisan ini masih ragu, kakak masih punya waktu untuk pertimbangkan. Kalau sudah mantap, pakailah Pita Biru ini.

Tuhan, orangtuamu, sekolah bahkan masyarakat Indonesia pasti senang kalau kalian mau belajar.

Lagian, #JujurItuIndonesia, ‘kan? 🙂

-@amhar.fm, @mantep_GAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s