Jurnal

Mimpi 25/26 Februari 2015


Pagi itu saya bangun di sebuah hotel. Hotel dengan jendela-jendela yang tinggi.
Saya buka jendela dan melihat ada pemandangan ujung perkotaan.
Di pemandangan itu terdapat gedung-gedung tinggi dengan arsitektur yang lain. Ada rerumputan yang rendah dan kolam.
Ah, di sebelah hotel saya, yang-entah-lantai-berapa-ini, ada masjid besar. Yang arsitekturnya lain lagi. Kubahnya mirip seperti Gedung Putih.
Ini Eropa. 

Lalu saya lihat ke bawah pemandangan ini, dan melihat ada perempuan yang sedang duduk bersiap-siap untuk mengambil telepon genggamnya. Lalu ia berfoto-foto. Ternyata itu adalah Acha! (kawan saya di kemenkominfo). Dia menyapa saya keras dari bawah, “Har!”.

“Cha!”, kata saya. “Lagi ngapain? Wah jadi euy ke luar negeri?! :-D”, kata saya lagi yang tidak memberikan kesempatan dia untuk menjawab.
Dia tidak jawab apa-apa, kalau tidak salah. Lalu di sebelah kursi duduknya, ada dua orang yang saya kenal namun lupa namanya. Kalau tidak salah kawan saya di APL dulu; Si Kiki atau Icha.

Lalu saya meminta izin pada kakek dan nenek, di kamar hotel yang super luas itu, untuk pergi berkeliling. Saya diantar oleh supir orang sana. Kami mengobrol banyak dan ia menceritakan bahwa ada kesamaan antara orang Indonesia dengan orang sana. Dia mengemudi dengan ugal-ugalan. Saya diajak makan di suatu tempat. Saya sempat beli merchandise asli sana, karena ibu saya menyuruh saya naik tangga (di lokasi tempat makan) untuk mengambil merchandise yang dia tertarik untuk membelinya. Di lantai dua tersebut, saya lihat ada 3 pemuda yang menjaga toko (pada ruangan yang sempit dan gelap) dan ternyata mereka orang Bandung!. Saya pulang karena sudah maghrib.

Perjalanan memakan banyak waktu, sehingga saat itu sudah menjelang Isya. Sesampainya di masjid dengan kubah yang aneh itu, sudah terduduk 1 shaff yang rapi. Mereka sedang menunggu imam. Entahlah bisa sebanyak itu. Seingatnya ketika saya duduk di shaf tersebut, ternyata saya baru ingat bahwa saya belum shalat Maghrib. Melirik ke kanan dan ke kiri, imam nya masih ditunggu. Saya memutuskan untuk mengajak supir dan teman saya untuk shalat maghrib di bagian belakang masjid. Saat berjalan ke sana, entahlah teman dan supir saya pergi ke mana. Lalu saya shalat sendirian. Selesailah saya shalat maghrib,

lalu saya Bangun dari tidur, dan masih jam 2.30 dini hari.
Tamat.

Bah. Weird.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s