Jokowi Dikerjain Wartawan Tempo


Selamat pak :-). Mudah-mudahan rakyat quick count bisa jadi mitra kritis, setidaknya sampai 20an juli ini. Sekali lagi, selamat!

Catatan Baskoro

Foto-foto: L.R. Baskoro Foto-foto: L.R. Baskoro

Komunitas Tempo tak hanya kumpulan  orang yang serius dalam mengolah berita, tapi juga komunitas penuh keisengan dan keusilan. Saya tak tahu kenapa keusilan, keisengan, dan kejahilan luar biasa itu bisa tercipta. Mungkin salah satunya, berkat tak ada sekat-sekat di antara orang-orang itu sendiri. Sangat jarang di Tempo ada orang dipanggil “Pak.” Lebih banyak memanggil Mas, Mbak, Bang, kak  atau sebutan spesifik lainnya. Saya, misalnya, dipanggil Cak Bas  -mungkin mengacu asal kelahiran saya, lahir di Madiun dan besar di Surabaya.

Di rapat-rapat, misalnya, candaan atau olok-olok bisa muncul setiap detik. Bersahut-sahutan seperti mercon,  bahkan di tengah saat membicarakan usulan berita penting sekali pun. Karena itu pernah suatu ketika seorang jurnalis luar negeri yang ikut  rapat Tempo terbengong-bengong melihat kami rapat. “Rapatnya terlalu panjang,” katanya. (Ya jelas karena bercampur guyon itu…). Dan tanggapan wartawan Tempo yang mendengar kritik itu, seperti biasa, yang terucap hanya.” “he..he…he…iya memang..” Nah!

Ini pula yang…

Lihat pos aslinya 743 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s