Bodor, Jurnal

Pintar Melucu


026

HATSYIM!.

Hari ini saya gak enak badan. Pasti karena di depan komputer berhari-hari. Mau bagaimana lagi.

Siang ini saya beranjak ke sekolah untuk kerjaan seperti biasa. Tapi sebelumnya saya diminta beli kroto (cem makanan burung). Menyadari bensin saya (motor) telah habis, saya memilih untuk meminggirkan ke penjaja bensin yang sudah mengalami inflasi sampe 7500 karena ongkos dan efisiensi ketersediaan (baca : oplosan).

Sesampainya di sana, saya dilayani oleh seorang anak SD perempuan yang mencampur antara pakaian seragam dengan celana main.

“Bensin satu, teh”

“…. (mengisi)”

“Berapaan satu liternya?”

“luluhIjdfhkfdfn..”

“berapa?”

“luluhliwulimawatus..”

“…. ooh (sambil merogoh kocek karena yakin maksudnya 7500)”

Saat itu pula saya langsung menyimpulkan bahwa ia tidak bisa bicara dengan normal. What a pity.

Lalu saya memberikan 20.000.

“kemwaliannya di hini a” (Kembaliannya di sini, kak; sambil mengarahkan mukanya ke warung di belakang rak bensin)

Saya menutup jok kembali pada asalnya dan menghampiri adik tadi ke depan warung.

Tiba-tiba dia ketawa tanpa juntrungan dan berkata : “Selamat blablablabla di Ups Salaaah! hihii”

Udah gitu ia berkata dengan tertawa sambil menunjuk papan warung dan juga menambahnya dengan “tuh di sana ada kamera blablabla hahaha”. Dan pandangan mata saya menurut pada arah yang ia tunjukkan. Dan tidak ada kru acara “Ups Salah” satupun.

Aneh. Bodoran yang aneh. Tiba-tiba saya tertawa spontan saat itu juga sambil buru-buru karena malu.

Seru juga kalau punya anak yang pintar melucu.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s