Jurnal, Karangan Bebas, Pendidikan

#PPLawesome 3 : “It’s not ‘What the….Hell…’ but ‘What can I do?'”


“bikin” RPP di kamar mandi #PPLawesome

episode 3 ini saya rangkum dari senin dan tadi #PPLawesome

Senin. Saya datang diprediksi terlambat, dan bayangan saya sekolah sudah dalam keadaan upacara. Seraam. #PPLawesome

ternyata gak ada upacara. *Lucky!* tapi ada apel. Di apel itu, butuh sekitar 15 menit lebih untuk membuat semua orang diam #PPLawesome

seperti biasa Ibu guru Olahraga yang kebagian membariskan. Wah seperti anak-anak SD, padahal ad kelas 7,8,9. Kami guru PPL d dpn #PPLawesome

karena apel, langsung pengumuman. RAMBUT! KUKU! TOPI! LENSAMATA! tapi yang menarik, acara eksekusi ini “terlihat menyenangkan” #PPLawesome

galau 1 : apa gak ada rasa guilty ketika menjadi indisipliner? ibu guru “sang Kapten” menghukum dengan sentuhan humor anak SMP #PPLawesome

kelas 9, kelas 8, beberapa kelas 7, “Giant”, beberapa siswi yang seperti-mau-ke-catwalk dan KETUA OSIS : INDISIPLINER #PPLawesome

beberapa yg telah maju u/ “dipermalukan” msh smpat cengengesan. Entahlah, lidah saya kaku untuk mempertanyakan guiltiness mereka #PPLawesome

dan acara pemotongan kuku yang bakal lebih seram kalau bentuknya seperti film2 horror. Cuma ini mah pagi2, dan di lap. olahraga #PPLawesome

lalu kami dipanggil ke ruang tempat pertama kami dibriefing. lalu galau 2. #PPLawesome

inti kata wakasek yang baik hati : KARENA sekolah ini BEDA dari yang lain, Menengah ke bawah, JADI mhn maklum & marahin aja #PPLawesome

galau 2 : bukan karena mereka punya latar belakang seperti itu, lantas ini menjadi pemakluman pak! hmm mungkin galau ini capruk #PPLawesome

sebetulnya lulusan yang seperti apa pak yang bapak inginkan? yang terus menerus sekedar menerima keadaan, atau yang BERUBAH? #PPLawesome

tapi… lidah saya kaku #PPLawesome

lalu saya bertemu dengan rekan baru yang juga PPL. dia terlambat. lalu kami briefing dengan sang senior dan Sang Ganteng #PPLawesome

nb : sang ganteng adalah guru yang sudah lebih dahulu ada di SMPawesome ini. dan ganteng #PPLawesome

sama. Ada paradigma : Pembandingan antara SMPawesome dengan SMP lain yang saya tangkap mereka Underestimating the kids #PPLawesome

yang tadi itu galau 3 #PPLawesome. Mau jadi apa anak2 nakal ini jk orangtuadisekolah nya sudah underestimate? lagian saya gk terlalu peduli

yang saya tahu, pd dasarnya smw anak yg mendaftar ke sekolah kalian itu sama : Mereka ingin belajar. Slebihnya prbedaan krakter #PPLawesome

Lalu, galau 4 : kenapa RPP harus tulis tangan hahahaha #PPLawesome

*enough whining*. Dzuhur telah tiba, kami diminta untuk ikut mengatur pengondisian solat. Saya ke atas. Wih! Berisik pisundth #PPLawesome

tapi…. apa akan selamanya seperti ini? berisiik… air gak ada… susah dikondisikan… shalatnya ada yg maen2… dll. galau. #PPLawesome

ada anak OSIS yg turun lg k tangga bawah krn membatalkan niat u/ shalat. lalu… saya agak teriak : “WOY! OSIS! Shalat! Shalat!” #PPLawesome

dia naik turun, keliatan ragu. tapi berakhir dgn shalat jg. ternyata dia bw sarung jg. dlm hati saya : “Hey! it works! ahahahah” #PPLawesome

galau lagi : OSIS di sini adalah Preman. Pada pelanggaran mereka merasa gak ada masalah. Damn. next time i’ll kill them #PPLawesome

untungnya sang ketua OSIS sempat mengobrol dengan saya. bukan orang bdg nampaknya. #PPLawesome

beres. Lanjut ke hari tadi. Saya baru sadar. Lab prak itu PENGAP! kumaha atuh euy? apa harus bawa kapak lalu hancurkan dinding? #PPLawesome

no significant progress. Mereka masih bicara sebelum ngacung. Kaki seperti di warteg. Minuman dibawa. Harus ada kontrak nih #PPLawesome

saya sudah janji bakal ketemuan dengan dosen beserta sang senior jam 9 tadi. kelas yang saya tinggalkan saya kasih tugas. #PPLawesome

nanti saya upload rekaman kelas saya ketika saya tinggal. TANPA REKAYASAhellyeah #PPLawesome

Kelas VII yang ditinggal Tugas; Tanpa Rekayasa :

lalu, saya meeting. dan membicarakan beberapa -rahasia- (nampaknya). tapi sang senior menilai dosen pembimbing saya oke bgt #PPLawesome

galau : rekan sy bertanya k sy : “apa sang senior itu strict?” begitu juga sang senior brtanya k sy : “apa dosen pemb itu strict?” #PPLawesome

setelah saya selesai meeting, saya kembali ke lab dengan mengendap2. cukup kacau. #PPLawesome

saya minta semua kertas tugas dikumpulkan. Banyak yang kosong. dan saya tetap memaksa untuk dikumpulkan, tdk lupa diberi nama. #PPLawesome

lalu saya panggil beberapa anak secara berurutan sesuai poin di LKS dan minta mendemonstrasi apa yang sudah ditulis. #PPLawesome

tidak ada yang (langsung) berani maju ke kursi panas. galau : tdk ada yang berani maju, ngacung. tidak ada yang berani belajar. #PPLawesome

saya “paksa” dengan agak hiperbolis. dan berhasil. beberapa tetap jadi maju. ada yang lucu #PPLawesome

sebut saja bunga. “Bunga, ayo maju! :-)” “gak ah pak..gak bisa” sy ulang2. Lalu ada temennya bilang : jangan pak, dia mah nangis #PPLawesome

beneran. dia bermuka pias, mgkin nyaris nangis. sy pk jurus Blitz! spt d eyeshield21. Intinya : bantu! dorong! tutwurihandayani! #PPLawesome

akhirnya ad yg mau bantu. jadi ber 2. Bunga tetep susah, saya memaksa dgn argumen : hey! ada yang bersedia berkorban demi kamu #PPLawesome

maju deh. Dibantu dia, demonstrasi (pertanggungjawaban tugas) sukses. you’re great sis, don’t cry. #PPLawesome

selanjutnya, untuk panggilan ke dua, karena Bunga cukup banyak mengisi lembaran, ia jadi berani untuk maju. dengan senyuman. #PPLawesome

semua puji cuma bwt Allah. Ada bbrp siswa yang jadi berani ngacung, berani lebih kondusif, berani mendengarkan. Lumayan #PPLawesome

lalu ke kasus. Saya : “ini siapa? Mawar? silakan maju” Mawar : “ah enggak pak..” *Mawar adalah tipikal model catwalk* #PPLawesome

“ayoo” “enggak pak, enggak bisa..” lalu ada yang ceplas ceplos : “dia mah Nyontek pak..” “….” “iya pak.. itu mah nyontek pak” #PPLawesome

“bener, nyontek?” “<nyengir>” Saya lalu pejalkan kertas tugasnya di depan kelas. dan dihempaskan ke karpet. Kelas Diam. #PPLawesome

Setelah diam, saya lanjutkan ke poin selanjutnya di LKS. Memanggil anak lain. Ada anak yang badannya mungil, tapi berani maju. #PPLawesome

tapi sebelum si Mungil, saya paksa si Mawar untuk mempertanggungjawabkan tugasnya. ke depan. penuh penolakan. saya persuasi #PPLawesome

maju juga dia. gugup. tnp keyboard. dibantu o/ tmn, akhirnya bs. saya minta duduk. dia kembali ke tmpt duduk kayanya dgn guilty #PPLawesome

jawaban dia bener. saya yakin dia punya potensi. tapi perjalanan masih berkabut, mawar. Rajinlah belajar #PPLawesome

lalu orang ke dua yang nyontek. Saya pejalkan juga kertas tugasnya; diwarnai oleh Poker Face. #PPLawesome

hipotesis : ide untuk memberikan tugas dengan format kayak tadi, adlh ide buruk. ada kekhawatiran saya, mereka tetep gak ngerti #PPLawesome

sayangnya, batasan d SMP kbnykn mngidentifikasi 1 MERK software perkantoran. bkl jd buta mungkin kalau dihadapkan merk lain #PPLawesome

4 kelas rally hari ini dihiasi dgn cerita ttg : hrs punya cita-cita, hrs punya target untuk apa belajar TIK, simpul : belajar! #PPLawesome

tapi ada keanehan memang. ada siswA yang suka Girls Generation, agak berubah sikapnya hr ini. Hmm kayanya saya membunuh minatnya #PPLawesome

dan diakhiri dengan galau yang paling akhir : justeru sayalah yg pecundang. Komentator sejati yang tidak bisa merubah apa-apa. #PPLawesome

hening. murni kontemplasi. dari semua yang harus diselesaikan, paradigma yang “aneh”, inferioritas yang menyala, saya harus apa? #PPLawesome

jika itu semua telah terbiasa (Full-Metal Inferiority), maka saya harus buat Full-Metal-Fire-Iron-Striking #PPLawesome

bagi sy yg sekedar bergumam “What the… Hell”, episode ini memaksa saya untuk serius PPL. Harus lebih serius dari KKN kemaren #PPLawesome

PPL itu ya jadi guru sementara. Guru sementara := guru. Guru = pendidik. Pendidik menggunakan banyak potensi untuk mendidik. #PPLawesome

ya sudah, saya anggap SMPawesome ini rumah sendiri. #PPLawesome

oh ya, saya bilang buat ikhwan yg bajunya keluar : “memang baju keluar itu keren. saya pernah seperti kalian. #PPLawesome

orang2 akan melihat isi kepala kalian. Kalau cerdas ya bagus. Sayangnya, mereka akan melihat Penampilan kalian dulu. Jadi, #PPLawesome

kompromilah dengan soal baju. Ini cuma soal sepele. Masukin baju kalian, belajar yang giat.” #PPLawesome

{ Stop whining. Do something; dammit. The end of episode 3. #PPLawesome }

DSC_0120

ini 2 orang yang salah jalan. tersesat. menyerah. Nyontek.

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s