Selesaikan!


haus

Sebagai seorang -yang mengaku- organisatoris, kita sebagai individu punya kewajiban untuk mengemban sebuah amanah. Memang, pada dasarnya ia berada pada lingkungan kerjasama yang kental. Mau tak mau, skill individu ditantang untuk menjadi energi tim.

Namun, mari merenung sejenak soal individu.
Rp. 1000 tidak akan menjadi seribu tanpa Rp.100;
1000 langkah dimulai dari 1 langkah;
1000 orang pasukan perang sangat membutuhkan kontribusi setiap orangnya;
dan setiap muslim itu ibarat satu tubuh.

Amanah yang mesti diselesaikan pastilah menghadapi banyak tantangan. Gak seru tuh kalau gak ada tantangannya. Tapi, ikhwhfilllah, di hadapan tantangan itu (tantangan individu maupun tim) berapa diantara kita yang berhasil menghadapinya?

Menghadapi artinya kita gak mundur; kita gak diam; kita terus berpikir solusi. Okelah bahwa fungsi tawakal pada effort kita berlangsung secara paralel, lalu selalu dibuat pemaknaan atas kerja-kerja dakwah di-mana-pun-kalian. Karena, esensi amanah saya pikir ada menyelesaikannya. Jelek? Hancur? Jaya? itu belakangan.

Maka kuncinya, untuk bisa nyelesain seberapa susah tantangan itu adalah jangan nyerah bro. Insya Allah, insya Allah.

Sisanya, kita lihat apakah sebetulnya cukup untuk membuat sejarah dalam satu periode.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s