Jurnal, Kontemplasi

Empty Road


emptyroad

Di perjalanan panjang setiap ke luar kota dengan Besouro, motor saya, selalu ada scene ini. Scene di mana saya berada pada jalanan yang kosong. Dalam kondisi kebut-kebutan, entah kenapa saya jadi ingin melambat dan memaknai jalanan yang tiba-tiba kosong.
Saya pikir saya telah mendahului mobil dan kendaraan lainnya sangat jauh; tapi mungkin saja sebetulnya sayalah yang tertinggal. Sangat jauh.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s