Balon-balonan dari Sabun


Masih ingat dulu waktu tahun 2011 kita ada seleksi cabem di lobby GIK? Di dalamnya ada pertanyaan seputar “Apa-apa saja yang akan dilakukan-ku nanti ketika sudah berada di BEM”. Ada yang punya ide bikin ini, bikin itu, bikin kue (?!), dll.. Nah, apakah semangat itu masih ada sekarang, ketika kalian baca surat cinta ini?

 

“Iya kang, inovasi kami adalah ya acara x itu, tapi sayang gak jadi”

Sempet gak sih kita ini berfikir bahwa kita ini bukan robot di lembaga eksekutif mahasiswa yang sekarang sedang kita geluti?

 

“Ide saya adalah syalalalalal~…”

“ide saya mah gini kang : duar! blarrr! jderr!”

“hmmm menurut saya mendingan ada acara sssyuuutt! ctang! cting! des ting!”

 

Ya! itu adalah energi positif yang kita harus pertahankan!!

Energi positif pertama!

Ketika misalnya saya menguji sampel salah satu diantara 50an anggota BEM dan menanyakan tujuan dan motivasi ikut BEM itu HANYA mencari pengalaman, maka INI GAK CUKUP!

 <intermezzo>

misalnya, ada seorang dosen yang bilang bahwa satu-satunya yang didapatkan di sekolah dan dipake di kuliahan adalah Daya Juang, maka ini bukan berarti dengan tidak belajar di SMA lantas kita mendapatkan Daya Juang tersebut. Ya, siswa SMA itu tetap harus belajar dengan giat dll. untuk bisa mendapatkan jiwa Daya Juang tadi dengan mungkin melupakan orientasi Nilai Tinggi. Got it?

</intermezzo>

 

Ketika sebuah keinginan yang ingin kalian realisasikan di BEM periode ini menghadapi satu tembok yaitu misalnya gara-gara tidak ada gedung tempat bernaungnya acara tersebut (keinginan), maka cari cara lain, cari cara lain!. Allah pasti ngasih jalan deh!, kalo acara yang ingin kita buat itu menawarkan manfaat yang tidak sedikit -kecuali ada takdir lain.

 

Ya, energi positif itu tidak terlihat akhir-akhir ini (walaupun ini bukan soal terlihat atau enggak). Saya dan kita semua sama-sama ingin tidak menjadi robot eksekutor yang hanya menjalankan semua keinginan orang di sekitar kita. Dan semua bermuara kembali ke pertanyaan besar kita di wawancara itu

: “Mengapa masuk BEM?” dan diturunkan menjadi : “Mengapa saya mengerjakan mading?”, “Mengapa saya mengerjakan RAM”, “Mengapa kita mengadakan ta’lim ” atau “Mengapa kita rapat?”.

<intermezzo_2>

nanti ada pembahasan lebih lanjut mengenai rapat.

</intermezzo_2>

 

Tidaklah salah jika kita memang beraktivitas sebagai eksekutor di satu tahun ini. Depend on yourself. Tapi diri saya yang lain (wtf) mengatakan bahwa di BEM ini saya perlu berEKSPERIMEN. Ide-ide kita harus dijalankan secara adaptif dan fungsional, lah. Ide mengadakan misalnya lomba masak se-Ilkom juga harus ditunggangi asas manfaat (dan kebersamaan, misalnya). Dengan begitu, kita benar-benar b e r f i k i r di BEM ini.

 

Ide-ide kita di BEM ini seperti balon-balonan yang dibuat dari sabun yang dicampur air dan garam. Balon-balonan yang kalian tiupkan di wawancara dulu tahun 2011 sekarang bisa saja sudah meletus tanpa sisa. Diletuskan oleh keputusasaan, pasrah akan lingkungan yang tidak mendukung bahkan cemoohan orang lain (bisa aja). Just, keep on going with your inovation and creativity, guys! Allahuakbar!

 

saya tag secara random

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s