Komputer

Komputerisasi di Indonesia, yang mungkin gak kita tahu


Salah satu produk daripada kemajuan/perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah Komputer, yang ditonjolkan setelah Perang Dunia II. Bagi negara-negara yang sedang dalam perkembangannya termasuk Indonesia, maka istilah “Komputer” itu, boleh dikatakan masih baru, meskipun sudah ada beberapa instansi Pemerintah dan Perusahaan-perusahaan yang telah lama memakai mesin Komputer ini, dan umumnya terdapat di Jakarta.

Dalam era kemajuan teknologi komputer yang melaju pesat dewasa ini masih banyak pimpinan instansi/perusahaan yang belum memahami hakekat komputer dan komputerisasi.

Ada pimpinan yang menganggap komputerisasi sebagai hal yang mewah dan hanya berkenaan dengan negara maju atau perusahaan raksasa saja tapi tak jarang terdapat pimpinan yang mengingini komputerisasi hanya terdorong oleh sifat latah dan demi gengsi semata tanpa memperhitungkan kelayakan pemanfaatannya.

Di lain pihak, sebagai pemanfaat komputer ada pimpinan yang meletakkan harapan berlebihan atas kemampuan komputer seakan kotak ajaib yang dapat mengubah keadaan dalam sekajap, di samping adanya pemimpin yang memperlakukan komputer sekadar sebagai mesin hitung atau mesin tik yang cepat dan mewah belaka.

Yap! itu bukanlah tulisan saya melainkan tulisannya pak Drs. John J. Longkutoy pada buku “Pengenalan Komputer” yang disahkan penggunaannya di sekolah (maksudnya diterbitkan, kayaknya) pada tahun 1987. Buku yang saya dapet dari Perpustakaan kampus UPI (ceilaah orang kayak saya ke perpus dong~) yang semua lembarannya sudah berwarna kekuning-kecokelatan plus sampulnya sudah di-hard-cover oleh perpus ini membuat mata saya tertangkap (eye-catch-ed) olehnya.

Tulisan barusan adalah empat paragraf pertama pada BAB 2 di buku tersebut. Sebuah tulisan yang, saya pikir, cukup (masih) merepresentasikan pengguna komputer di jaman sekarang.

“..ada pimpinan yang meletakkan harapan berlebihan atas kemampuan komputer seakan kotak ajaib..”

hahaha kayaknya zaman sekarang juga ada deh : pimpinan yang SEUTUHNYA (plus gak mau tau) memberikan kepada mahasiswa lulusan jurusan komputer-komputeran yang bekerja di perusahaannya, ketika berhadapan dengan masalah di Windows XP atau 7 di komputer perusahaan.

Tapi yang bakal saya bahas (rangkum, hehe) di sini adalah bab terakhirnya buku ini : Komputerisasi di Indonesia.

Komputer yang kita kenal sekarang di-niatkan untuk sebuah perhancuran, kawan. Dulu, di perang dunia II, komputer ada untuk memudahkan kelancaran penyerangan orang-orang barat dalam menghancurkan musuhnya. Lebih jelasnya, mereka menggunakan komputer untuk lebih meng-akuratkan misil yang ditembakkan dari pangkalan perangnya. Keren sih, tapi gila : ilmu pengetahuan untuk menghilangkan nyawa orang. Tapi, yaa walaupun dimulai dari hal yang kayak gitu, komputer sekarang (sepertinya) udah gak untuk begituan lagi.

Di Indonesia, komputer sudah digunakan bahkan sebelum ada komputer elektronik kayak sekarang. PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) ngegunain komputer dengan ‘Sistem kartu tonjok’ eh ‘Punched-Card System‘, tahun 1938. Kita belum merdeka, loh. Sistem ini merupakan pertengahan ‘lah dari elektronik dan mekanik.

Dari komputer Generasi Pertama, Indonesia udah pake komputer. Cuman, yaa sepertinya hanya kalangan yang beruanglah yang bisa beli.

 

Generasi Pertama. Komputer yang lebih terkenal penggunaannya dalam bisnis, di beli oleh orang Indonesia untuk pertama kalinya. Tahun 1956, kita beli UNIVAC 1004 dari Amerika Serikat untuk Bank Indonesia. Setelah ini, instansi pemerintah lainnya beli juga.

Generasi Kedua. Setelah 1962-an, ternyata ITB juga beli (IBM 1401). Karakteristik pembeli komputer setelah tahun ini masih berkisar pada instansi pemerintah, berhubung komputernya masih yang large-scaled alias badig alias besar (ato yang middle-scaled ya?!). STANVAC dan TNI AD Bandung beli juga seri yang sama sedangkan Biro Pusat statistik beli UNIVAC 1050. Ya, UNIVAC memang digunakan untuk mengolah data-data kayak sensus gitu. Entahlah kalo TNI dan ITB dipake untuk apa. Lalu setelah mereka, banyak lagi instansi yang juga beli dan pake peralatan komputer di kantornya, yaitu Pelni, AURI, Pertamina, Caltex, Departemen Keuangan, Departemen Perhubungan dan lainnya.

Generasi Ketiga. Generasi Ketiga itulah yang paling mirip bentuknya dengan komputer-meja jaman sekarang. Nah, ternyata instansi MABAK (Kepolisian RI)-lah yang membelinya. Barangnya adalah IBM System/360, gan. Berikut adalah daftar pembeli (hahaha) komputer generasi ketiga waktu itu :

– Bank Rakyat Indonesia (IBM S/370);
– BNI 1946 (IBM S/370, S/32);
– BAPINDO (Q1);
– Pupuk Sriwijaya (IBM S/370);
– PT Tambang Timah (NCR Century);
– PT Semen Cibinong (IBM S/3);
– Asuransi Jiwasraya (IBM S/370);
– PLN (IBM S/370, S/3, UNIVAC 90/30);
– Perumtel (NCR);
– Garuda Indonesian Airways (IBM S/370);
– DKI Jaya (IBM S/370);
– Pusat Reaktor Atom Bandung (PDP 11/34);
– Pupuk Kujang (IBM 4331);
– dll..
#wah laris euy IBM S/370 !!

Oh ya! katanya, untuk perusahaan negeri, telah dibeli large-scaled computer, sedangkan untuk yang swasta, mereka beli yang small-scaled dan mini computer.

Naaaaaaaaaaaah, setelah ini, bermunculanlah perusahaan dan organisasi yang juga beli komputer untuk pengelolaan informasi. BAKOTAN (bukan bangkotan, melainkan Badan Koordinasi Otomatisasi Administrasi Negara) pada 4 Juli 1969 didirikan dalam rangka intensifikasi dan perluasan penggunaan Komputer pada organisasi-organisasi pemerintahan yang tertarik sama komputer. Ketua BAKOTAN sekaligus ketua LAN (Lembaga Administrasi Negara) loh. Keren euy.

Lalu setelah itu, sejalan dengan pengguna dan penggunaan komputer di Indonesia yang semakin mem-banyak, masyarakat banyak yang tertarik, masalah-masalah pada komputer semakin terlihat, juga penghalang para otodidakis untuk belajar komputer juga bermunculan. Namun ini terselamatkan karena setelah komputer yang memang sudah mulai marak (sepertinya di kota besar saja), bermunculan juga perusahaan swasta yang bergerak di bidang Konsultasi Komputerisasi, bidang jasa pembangunan hingga implementasi sistem komputerisasi, bahkan konsultan pemilihan peralatan komputer (feeling saya mah, hardware).

Pemerintah emang kayaknya menyokong keberadaan komputer. Proses pembangunan di berbagai aspek di Indonesia membuat komputer terinternalisasi dalam manajemen. Banyak yang semakin membutuhkan komputer, terutama di sektor ekonomi. Kawan, gak mungkin (gak perlu) jika sebuah warung yang hanya menjual panganan sehari-hari membeli sebuah komputer untuk menyimpan dan mengolah data panganan yang tersedia di warung setiap harinya lalu me-report hasil penjualannya setiap hari melalui printing. Dengan kata lain, waktu itu, komputer digunakan untuk bukan urusan yang kecil. Masuknya modal-modal asing di Indonesia yang bakal mendorong berkembangnya perusahaan-perusahaan sebagai unit administrasi niaga yang besar, juga administrasi lingkup negara. Wow, mereka dulu tidak menggunakan komputer seperti sekarang yang dipake hanya untuk main Solitaire atau nonton porno kayak Yang Terhormat di Sana sekarang HAHAHA..

Ada yang namanya Konperensi (di buku, ditulis ‘Konperensi’) Komputer Regional Asia Tenggara pada 21-24 Oktober 1980 di Jakarta. Pada saat yang sama, di TKP diadain semacem pameran peralatan kompi getoh yang dipasarin di Indonesia. Perasaan saya mengatakan bahwa pamerannya SANGAT MIRIP seperti pameran yang ada di “Pirates of Silicon Valley”-nya Martyn Burke, yang pas Bill Gates nawarin Mac ke Steve Jobs. Di konferensi tersebut, tidak kurang 30 perusahaan daftar ngisi stand *hahaha*, termasuk perusahaan hardware Telekomunikasi (oh ya, salam buat anak-anak ITB yang katanya udah ada jurusan Telkom).

Jumlah komputer di Indonesia sekarang ini berkisar 200 buah yang terdiri dari blablabbla……

Wah! di tahun 1987 komputer baru berjumlah 200 se-nasional!

 

 

Bidang pemanfaatan Komputer

Jadi jangan heran, ketika dosen di kampus meminta kita mengerjakan tugas membuat Sistem Informasi Rumah Sakit, Perkuliahan, Toko ataupun Skripsi, karena sejarahnya mengatakan bahwa dulu juga yang memanfaatkan komputer adalah perusahaan yang kayak gitu juga (Asuransi, Perdagangan, Perbankan, Universitas, dll.). Berikut adalah aplikasi yang dibuat sengaja untuk membuat pembeli komputer semakin banyak (hahahaha gak deng) :

– aplikasi kepegawaian;
–     ”      pengajian (peng-kajian);
–     ”      keuangan;
–     ”      inventory;
–     ”      pembelian;
–     ”      Order Processing;
–     ”      perpajakan kendaraan;
–     ”      transaksi bank;
–     ”      transportasi;
–     ”      kesehatan dan pengobatan;
–     ”      persenjataan;
–     ”      penagihan;
–     ”      asuransi;
–     ”      pendidikan;
–     ”      ilmiah (perjembatanan, perjalanan, perstatistikan, persimulasian, linear programming, network, pemetaan, dll);
–     ”      meteorologi & geofisika;
–     ”      penerbitan & percetakan;
–     ”      perhotelan;
–     ”      eksplorasi / produksi;
–     ”      pemasaran;
–     ”      perkapalan;
–     ”      telekomunikasi;
–     ”      paspor;
–     ”      penyidikan;
– dan masih banyak lagi dari mulai bisnis, scientific sampe engineering.

Masyarakat Komputer

Seiring membanyaknya pengguna komputer di negara kita, IPKIN (Ikatan Pemakai Komputer Indonesia) didirikan pada 18 April 1974 di Jakarta. Dibuat sebagai wadah profesi dalam bidang Komputer dan Informatika, plus mengadakan program kerja yang bertujuan menarik partisipasi masyarakat dalam hal pengolahan data serta pemanfaatan komputer sendiri.

1000 orang tenaga kerja pelaksana komputerisasi (entah disensus sama siapa) dikerahkan dalam berbagai bidang diantaranya System Analyst, System Designer dan Programmer, yang sebagian besarnya adalah anggota IPKIN. IPKIN menerima siapa saja yang tertarik di bidang komputer, apalagi yang berprofesi terkait.

APNI, singkatan dari Asosiasi Perusahaan-perusahaan Nasional Informatika, didirikan pada 1977 sebagai sebuah organisasi profesi. APNI bertujuan menghimpun perusahaan bidang terkait. FYI, ini adalah tujuan didirikannya APNI (hahaha kayak buku paket sejarah aja):

– Partisipasi dalam pembangunan nasional di bidang informatika dengan sarana komputer serta pendukungnya;

– menciptakan kompetisi yang sehat antar anggota sehingga tercipta suasana yang menguntungkan baik antar anggota maupun bagi pengembangan dunia informatika dan peralatan komputer serta pendukungnya di Indonesia;

– pemeliharaan dan peningkatan koordinasi profesi di bidang informatika serta penerimaan pengalihan teknologi di bidang ini dengan pertukaran informasi antaranggota;

– mewujudkan kerjasama dengan masyarakat komputer baik tingkat Nasional maupun Regional serta Internasional.

Pada akhirnyaaaaa, diadakanlah Konferensi Komputer Nasional (KKN) pada 12-15 Februari 1979 di Jakarta *aah jakarta semua..bandung lagi ngapain ya?* untuk pertama kalinya oleh IPKIN feat. APNI feat. BAKOTAN. Wuih! bazaar gede nih..

end.

Aaah~ banyak yang saya baru tahu setelah nulis paragraf-paragraf di atas ini. Penulis buku ini udah banyak menuliskan cerita-cerita penting seputar pengadaan komputer di Indonesia, yang saya pikir, tidak banyak computer-user sekarang (tahun 2011) tahu bagaimana sejarahnya. Saya tertarik meminjam buku ini karena emang saya gak tau sejarah pengadaan komputer di Indonesia. Melalui postingan ini, semoga wawasan kita semakin luas.

Intisari :

– Pemimpin perusahaan-perusahaan dulu (pemerintahan dan swasta) membeli komputer dengan alasan kebutuhan juga prestise;

– Dari dulu sampe sekarang, komputer digunakan untuk tujuan pemudahan proses Administrasi dan Bisnis;

– Indonesia ngalamin komputer dari mulai Punched-Card sampe Laptop, juga iPad;

– Berantai, segmen pembeli komputer dulu dimulai dari Pemerintah, lalu Swasta-swasta;

– Organisasi pelopor : BAKOTAN (4 Juli 1969), IPKIN (18 April 1974) , APNI (1977);

– Pertemuan penting : Konperensi Komputer Regional Asia Tenggara (21-24 Oktober 1980), KKN (12-15 Februari 1979);

– IBM S/370 laris dibeli pada saat kemunculan komputer Generasi Ketiga.

Iklan
Standar

One thought on “Komputerisasi di Indonesia, yang mungkin gak kita tahu

  1. Ping-balik: Komputerisasi di Indonesia, yang mungkin gak kita tahu (2) « {'b l o g e d u a r d o'}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s