Akhirnya Datang Juga


Ini dia, sebuah tulisan iseng saya yang dibuat tahun 31 Agustus 2008, tepatnya 1429 Hijriah (iya gak sih?).

Insya Allah tahun ini saya bertekad untuk bisa khattam satu kali, walaupun dari tengah. Tahun kemarin saya sok-sok an pingin khattam satu kali tapi males-malesan.

Insya Allah saya berusaha disiplin dengan cara saya. Ngaji 2 lembar tiap selesai shalat sebenarnya, secara matematis, sangat memungkinkan saya untuk bisa dapet satu juz dalam satu hari, yang berarti :

(2 lbr, / ba’da shalat) * (5 shalat fardhu setiap hari) * (30 hari)
= 1 kali Khattam

. Yaa motivasinya adalah tinggal sayanya mau gak lebih soleh lagi daripada umur ke 18 saya kemarin. Apa lagi ya, kayaknya itu saja.

Ya udah lah mulai aja.

eh,,datang lagi, datang lagi. entah kenapa mungkin detik-detik ini tidak begitu mendebarkan bagi kita, atau tidak. ada orang yang mempersiapkannya sedari 2 bulan lalu, ada yang sedari 1 minggu lalu, sampai yang tidak mempersiapkan apa-apa-mengingat dia baru sadar kalau mulai tanggal satu bulan depan, dia harus melakukan-sesuatu-sehari-harinya dengan cara yang berbeda.

Satu bulan yang teori-nya mah yaitu bulan tempat kita harus menahan nafsu yang berlebihan kita,
apalagi nafsu jelek kita.

Satu bulan tempat kita bangun-nyungsep ber-tarawih-ria melawan beratnya kelopak mata di malam hari.
(atau kita lewatin aja kesempatan emas untuk berlomba “semangat-empat-lima” di malam yang dingin dan ngantuk(yang disebabkan sama ceramah yang bikin ngantuk aja).)

Satu bulan yang nggak adalagi “lunch”;
fail-owned-ramadan-fasting-fail
atau “full-day school”;
bangun kesiangan (kecuali yang ngga disiplin aja..haha);
sampai majalah dan situs “ehem”.
Harusnya.

Satu bulan tempat kita melaksanakan sebuah “ritual” antara lain:
berjalan-jalan keluar rumah (belanja,shopping,dll) di sore hari;
sengaja (jarang-jarang) ke food court jam 5 sore-an;
duduk asyik di depan monitor komputer untuk sekedar mengisi-waktu;
atau juga mengisi-waktu-itu dengan membaca apa yang kita jarang buka, dan sedikit menghapal isinya sekaligus membaca tafsiran-nya(The Holy Book Al-Qur’an);
alias ngabuburit.
Hanya di Indonesia.

Atau yang masih bermaksiat,
sengaja ngebatalin puasa (da lapar pisan),
atau tiis wae teu puasa.
Katanya Setan di belenggu di bulan ini..Ya Allah!
Tapi aya we,,nu kitu teh.

Inginnya mah kita menjalani 30 hari kedepan dengan santai,dan hidup seperti biasa. Tapi bulan ini beda, katanya.
Inginnya mah suatu “hari”, mesjid yang SENGAJA kita datengin pas orang-orang ga dateng, buat sholat tarawih berjama’ah, menjadi aset nanti pas di Akhirat.
Inginnya mah kita teh berubah, sifatnya jadi baik. Baiknya gak relatif. Menurut Al-Qur’an dan Sunnah, setelah berperang (buat yang ngerasanya perang.) melawan hawa nafsu, sampai Idul Fitri-yang sampai saat ini juga,kita ngga tau bakal dikasih umur buat mendapatkan Idul Fitri itu.
Ya Allah, inginnya mah saya teh bisa menabung pahala di bulan yang katanya pahalanya dilipat ganda-in….ampunilah hamba-Mu ini yang masih menghindar dan menukar “tawaran perang” ini dengan nafsu belaka.
Bismillaahirrohmaanirroohiim………..dalam hati kita berpacu dengan segala apa yang terjadi-menghadapi bulan Ramadhan, yang datang lagi,datang lagi. Terima kasih, Ya Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s