Kontemplasi

02:50


Saya menaiki motor melaju lurus.

Tiba-tiba jalan yang saya gilas oleh ban motor selagi melaju berubah menjadi
rumput dan padi seperti sawah.
Sawah yang sangat subur.
Hijau kekuningan dan siap untuk dipanen. Emas.
Kalau tidak salah, saya tidak menginjak padi-padi itu sama sekali.

Saya melaju dengan kecepatan biasa.
Tiba-tiba di depan mata saya ada sebuah gubuk.

Tersadar, angit berwarna hitam.
Awan berwarna putih.
GELAP SEKALI.

Saya masih melaju dengan motor.
Tiba-tiba di depan mata saya ada sebuah gubuk.
Gubuk yang tidak ada orangnya.
Gubuk yang terang. Terang sekali.
Gubuknya memancarkan keterangannya ke suasana yang hitam.
Gubuknya seperti di pesawahan, tempat para petani bersitirahat.
Gubuk yang sepertinya ada ruangan di dalamnya. Tidak sekedar untuk duduk bersantai.
Ada ruangan di dalamnya.

Saya melaju dengan cepat.
Cepat sekali!
Hingga motor dan saya terguling-guling jatuh.
Jatuh berguling ke arah gubuk itu.

DAN SAYA MENABRAK gubuk itu.

Gubuknya acak-acakan karena saya tersungkur ke bagian depan gubuk itu.
Saya meringis kesakitan.
Motor saya entah di mana.
Sepertinya saya tidak terluka sama sekali. Biasa saja.

Saya meringis lagi.

Tiba-tiba suasana berubah.
Posisi saya sedang duduk memeluk lutut saya dan menundukan kepala,

sebelumnya.
Suasana berubah.
Menjadi sangat GELAP.
G E L A P.
Saya tidak bisa melihat apa-apa.

Alat indera yang sangat berfungsi saat itu hanya Telinga.
Karena saya mendengar suara : Kerumunan.
Saya sedang dikumpulkan di tempat gelap bersama orang banyak.
Ya, kerumunan. Orang-orang di sekeliing saya berbicara tak karuan.
Saya tidak bisa menangkap apa yang mereka bicarakan.
Entah.

Lalu saya menangis. Menggeram!.
MENANGIS KERAS. MENGGERAM MENANGIS.
Saya berkata : “Huuaaaaaaaaaaaa…!”
MENANGIS KERAS SEKALI!

Aneh, karena Semua Mimpi seperti ini :
Entah kenapa saya tidak bicara apapun.

Tapi,
hati (otak) saya berbicara sebuah pertanyaan :
“Apakah waktu saya sudah habis?”
“Apakah waktu saya sudah habis?”
“Apakah waktu saya sudah habis?”
“Apakah waktu saya sudah habis?”
“Apakah waktu saya sudah habis?”
“Apakah waktu saya sudah habis?”
“Tuhan! Kembalikan Aku!”
“Aku menyesal!”
“Aku Mati?!”
“Apakah ini mati?”

Saya panik.
Panik.
Tanpa sepatah katapun.
Di dalam diri ini berkecamuk kata-kata dan pertanyaan yang hilir mudik tak

karuan.

Menangis. Menggeram!.
MENANGIS KERAS. MENGGERAM MENANGIS.
Saya berkata : “Haaaaaaaaaaaa…!”
MENANGIS KERAS SEKALI!

*

Lalu terdengar suara alarm Handphone saya.

“Alarm | 02:50
Turn Off / Snooze”

“Ya Allah, lindungilah tidur saya dari mimpi buruk dan ampunilah dosa saya sebelum tidur tadi”
——————————————end.

Ya, saya ingat.
Ketakutan ini mirip seperti ketakutan pada kejadian waktu saya waktu kecil.
Pada waktu itu, tepatnya saya duduk di kasur lantai dua yang lantai satu-nya

ditempati oleh adik saya.
Entah jam berapa,
saya terbangun.
Dan SANGAT GELAP.
GELAP.
Saya tidak bisa melihat apa-apa.
TIDAK BISA MELIHAT APA-APA.
Saya panik.
Panik.
Tanpa sepatah katapun.
Tapi, dalam diri ini saya bertanya keras : “Apakah aku Buta?”

*

Lalu saya mendengar suara jam yang berdetak.
Berdetak lebih lambat daripada detak jantung saya waktu itu.
Ya, saya ingat.

Saya hampir menangis.
Saya melanjutkan tidur saya waktu itu dan meredam ketakutan saya dengan tidur.

17Januari2010

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s