Waktu yang Kreatif


 

“Ya. 31 Januari pukul 14:00an~15:00 di Mesjid Al-Kautsar tadi merupakan waktu yang Tuhan berikan spesial untuk saya. Sebelum beranjak pulang-pun saya Sujud Syukur. Alhamdulillah”

Rapat itu saya anggap gak jadi karena orang lainnya gak tau rapat di mana. Si Andre bilangnya di Alka. Selang satu jam dari jam 14.00 saya sangat yakin bahwa tidak akan ada rapat. Ternyata rapatnya di NF. Bukan salah saya.

Tapi tebak.

Kenapa saya sujud syukur?

Saya membuka notebook (buku catatan kecil -yang kertasnya bisa dirobek langsung) dan menulis banyak hal walaupun acak-acakan.

 

 

“…Indonesia Syiar Organizer…
…Hafal Juz 30…
…Legislatif Bidang Pendidikan…
…Kawin…
…Mengerti bahasa Indonesia, Sunda, Inggris, Jepang, Arab…
…Mentoring…
….”

—-x.

Inspirasi ini deras. Deras sekali. Padahal judulnya hanya saya ingin mengisi waktu saja.

Tapi,

Saya mulai tahu apa yang benar-benar saya inginkan selama ini.
Sejak Saat itu, saya mulai banyak menulis (merencanakan) langkah-langkah apa saja yang ingin saya jajaki yang tidak lain dan tidak bukan untuk mencapai cita-cita mayor tadi.
Sudah saya tunggu dari sekian lama penantian saya akan datangnya momen ini. Momen tentang penemuan visi hidup saya.
Dulu mah saya nggak pernah serius akan ini. Ya, acara menulis cita-cita sudah sering (baca : SERING) saya alami. Tapi hanya sebatas mengikuti rangkaian acara.

Tapi semenjak Sujud Syukur tanggal ini, diri saya mendadak menjadi kontemplatif -memikirkan tentang tulisan-tulisan itu, memikirkan apa yang pernah saya katakan (ikrarkan) pada orang sekitar tentang masa depan, dan memikirkan cara kreatif untuk masuk Surga.

Saya men-zombie akhir-akhir ini. Hilir mudik lalu lalang pergi kesana kesini untuk rapat ini rapat itu main ini main itu makan ini makan itu mentoring ini mentoring itu, dengan hampa.
Hampa sekali.
Sayang tidak ada (saya rasa) yang sadar akan ini. Teman-teman saya hanya mengomentari dan mengisi kebosanan saya dengan memicu saya untuk mengeluarkan lelucon lagi dan memburamkan kontemplasi saya. Ckck. Saya terlalu banyak tertawa, ternyata.
Tapi dari sekian banyak aktivitas itu, saya menggali. MENGGALI. Menggali apa saja yang benar-benar saya inginkan selama ini. Menggali jalur-jalur surga yang menurut saya rame dan menantang. Tapi tidak ketemu-ketemu. Tapi saya terus dan terus menggali. Walaupun kehampaaan terus menerus pula memeluk saya setiap saya mengendarai motor ke tempat rapat, dan lainnya.

Ah~~~~~~~

Saya SEBENARNYA ingin menghapus lagu-lagu di Calculista (laptop saya) yang saya dapatkan secara download/leeched, lalu menjadi orang bersih dari kata ‘bajakan’.

Saya SEBENARNYA ingin meng-uninstall program-program yang saya cari serial ataupun cracknya di lain tempat di internet dan bersih dari ‘bajakan’. Lalu saya menabung untuk membeli yang asli. Sebenarnya pula saya ingin saya tegas tidak memberikan crack atau keygen kepada teman kampus saya. Dengan begitu, saya hanya menge-share trial programnya saja. Biar si peminjam mencari cara lain untuk membuat program itu menjadi Registered. (Maaf agak berbelit-belit)

Saya SEBENARNYA ingin punya IP 3,00 supaya orang-orang tidak underestimate. Dan saya ada di zona aman.

Saya SEBENARNYA ingin sekali jadi anggota legislatif. Sebuah strata yang strategis untuk menjadi teladan.

Saya SEBENARNYA hanya ingin saya punya wadah untuk bisa berekspresi dalam hal musik. Walaupun bandnya naik turun.

Saya SEBENARNYA sangat ingin masuk UI dan mencari pengalaman menjadi benar-benar mandiri. Ngekos.

Saya SEBENARNYA punya cita-cita dalam hal agama, yakni saya ingin menjadi Ahli Fiqh. Karena Fiqh itu dekat dengan kedisiplinan. Saya ingin jadi orang yang disiplin.

Saya MULAI berusaha bangun satu kali (biasanya bangun tidur saya yang sebenarnya adalah bangun tidur yang ke 2-3 kalinya) setiap malam. Saya ingin benar-benar bangun tepat jam 02.00.

Saya MULAI menyusun jadwal. Walaupun acak-acakan.

Saya MULAI mengatur web apa saja yang akan saya monitor tiap waktu berkala.

Saya MULAI mencuci motor sendiri.

Saya MULAI mengucap salam ketika masuk rumah.

Saya MULAI mengucap basmalah sebelum berangkat menggunakan motor.

Saya MULAI membiasakan membaca buku. (Darn! Ternyata membiasakan membaca itu sulit sekali..)

dan banyak lagi yang saya ingin biasakan.

Tapi, proses ya.

Mungkin suatu hari saya benar-benar menjadi YANG TERBAIK PADA TAKDIR SAYA SENDIRI.
Ralat.
Suatu hari saya benar-benar menjadi YANG TERBAIK PADA TAKDIR SAYA SENDIRI.

end.

dan, semuanya ter-rangkum pada satu target :

“Mengatur Diri , Deadine : 16 Juli 2010”

begin

Iklan

4 pemikiran pada “Waktu yang Kreatif

  1. ulang tahun yha pak ketuaaa,,,
    hyaa kami mendukungmu,,,
    bangga memiliki ketua angkatan sepertimu,,,
    tetap mengayomi kami yhaa,,,

    izin nge-link lapak bozz,,,

    Suka

    1. hehe. inginnya pas ulang tahun saya sudah bisa mengenal diri saya dan mengakalinya supaya targetannya nyampe. hehe nuhun res doakeun we.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s